surat buat IBU…

Bintang malam ini terasa berbeda. Dalam pelukan malam, desiran angin menetapkan kesunyian. Tak ku nikmati malam ini jika tiada bulan bercengkerama di atas langit hitam malam ini. Berbahagialah aku, karena bulan dengan semerbak cahayanya menemani. Seakan dia pahami kerinduan ini.
Entah kenapa malam ini tiba-tiba aku rindu pada sosoknya. Sosok yang tak kan pernah asing untuk selamanya. Dialah ibu. Aku rindu. Rindu yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Mungkin aku telah sangat berdosa padanya, hingga Tuhan menyemai rindu yang luar biasa ini. Akhirnya kerinduan ini hanya bisa aku tuangkan melalui surat buat IBU…

Wahai yang penuh kasih,
Sudah sekian lama aku tidak merasakan keharuman aroma telapak kakimu
Sudah sekian lama aku tidak mendengarkan dialog surga dari lembut suaramu
Sudah sekian lama aku tidak merasakan kehangatan firdaus dalam pelukanmu
Sudah sekian lama aku tidak mencicipi makanan terlezat di dunia, hanya buatan tanganmu
Sudah sekian lama aku tidak menikmati memandangi wajah lelap tidurmu
Sudah sekian lama aku tidak merasakan damai kecupan cinta dari bibirmu
Sudah sekian lama ibu…

Ibunda, aku telah sangat berdosa padamu
Ketika nasehatmu tak lagi aku jadikan pegangan hidup dan hanya menjadikannya kata-kata amanah yang lewat begitu saja
Aku sudah sangat berdosa padamu
Ketika ingatanku tentang lembut belaimu tak lagi aku jadikan sebagai pemicu semangat dan hanya menjadi ingatan sesaat kemudian hilang begitu saja
Aku sungguh berdosa padamu
Ketika kepercayaan yang kau titip itu hanya aku jadikan tameng atas kebohongan dan dustaku belaka. Karena kepercayaan itu hanya aku jadikan topeng kemunafikanku semata

Aku berdosa padamu, ibu
Karena pengorbananmu selama ini hanya aku jadikan sebagai bahan renungan dan aku bersenang-senang lagi setelahnya. Aku berfoya-foya lagi sesudahnya.

Duhai yang tercinta,
Sudah terlalu sering aku mengecewakanmu
Membuat semuanya tak sesuai keinginanmu
Membuat semuanya berantakan karena keegoisanku
Sudah terlalu sering aku melupakanmu
Bahkan pada saat-saat aku harus mengingatmu, aku terlupa padamu oleh nafsuku
Sudah terlalu sering aku membuatmu meneteskan air mata
Ketika inginmu aku bantah
Ketika mintamu aku acuhkan

Duhai yang mengandungku,
Jika besok atau lusa aku bertemu denganmu, ijinkan aku meminta…
Tampar muka ku yang kian bengal ini dengan tangan lembutmu
Injak kepala ku yang kian congkak ini dengan telapak kaki surgamu
Maki telingaku yang kian tak peka ini dengan lembut indah suaramu
Karena aku sungguh telah berdosa padamu,
Aku sungguh telah berdosa padamu

Duhai yang melahirkanku,
Aku tidak pernah bisa bermimpi akan menjadi apa aku ini,
Jikalau kau tidak pernah bermimpi akan menjadi apa anakmu ini nanti
Aku tidak pernah bisa memaafkan diriku ini,
Jikalau kau tidak bisa memaafkan diriku yang hina ini
Karena mimpi dan kemaafan-mu lah aku memulai dan bertahan hidup
Karena mimpi dan kemaafan-mu lah aku menjadi

Duhai Bunda tersayang,
Walaupun aku tahu bahwa maafmu selalu ada untuk ku tanpa syarat
Tetapi itu belum cukup membuatku tenang
Maka hari ini aku memohon padamu, ibu
Maafkan aku,
Maafkan atas segala khilaf dan dosa
Dan aku pertaruhkan nyawa untuk maafmu, ibu…

 

Jika Tuhan mengijinkan ada Tuhan lain selain-NYA,
maka tidak ada yang lebih berhak selain IBU…

*) untuk mereka yang sadar ataupun tidak sadar terlupa akan kemuliaan seorang ibu

Pondok Aspul, 04 April 2008

0 Responses to “surat buat IBU…”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




..::Principia::..

elsila

Titik kebahagiaanku bukan terletak pada apa yang aku rasakan, tetapi apa yang mereka rasakan...

..::Kalender::..

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

..::Arsip Tulisan::..

..::My Favorite Links::..

Ini adalah Link-link Favorit ku, semoga bermanfaat... Selamat menyelami..

-Shaykh Mishary Rasyid Alafasy-

Shaykh Mishary Rashid

-Orang Indonesia-

http://iwanfalsmania.blogspot.com

-Free Programming Tutorials-

free tutorial programming

-Free Software Download-

free software download

..::Tutorial Blog::..

Cara Membuat Blog di WordPress.com

..::Statistik Blog::..

page daily hits

%d blogger menyukai ini: