kebersamaan dalam tanda petik

Sebuah prolog

Seperempat abad sudah bangunan itu berdiri kokoh. Sampai pada titik ini, perubahanpun telah banyak terjadi seiring waktu yang seakan tak mau berhenti. Tempatnya berdiri mungkin masih sama. Namanya pun mungkin masih sama. Sungguh tak dirasa, aku masih berdiri di sini dan telah sampai pada titik seperlima usianya. Sungguh sudah terlalu banyak dinamika yang telah terjadi di sini. Tetapi biarlah sejarah menyimpannya dengan sangat tersembunyi; bersama semangat, bersama keringat, bersama manis pahitnya. Karena tidak ada yang lebih tahu…
Senja bersama hujan hari ini membawa kedamaian tersendiri. Di antara hati hati yang tak peduli, aku mengasingkan diri dan mulai bermimpi. Bermimpi tentang suatu masa dimana semua menjadi dan terwujudkan. Tiba-tiba serpihan memori yang tersusun tak rapi itu membeku terserap dingin hujan sore ini. Dan keanehan pun terjadi. Satu serpihan yang ikut membeku itu kemudian memberontak. Memberontak menuntut merdeka, bebas. Dan merdekalah ia, KEBERSAMAAN…

Sebuah definisi

Ini bukanlah sebuah keharusan nihil, konyol tanpa isi. Ini adalah keniscayaan, karena untuk memulainya, pembahasan tentang definisi menjadi pra-syarat mutlak. Apalagi bagi kita manusia-manusia pembelajar. Bukan pula masalah yang enteng untuk menyelesaikan definisi dari kebersamaan, karena seluruh hakekatnya berada dalam ranah ini…
Aku memulainya dengan mencoba menelaah dari tinjauan etimologi. Aku mungkin bukan orang yang terlalu paham dalam masalah tata bahasa. Aku tidak sempat membaca Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karena memang aku tak memilikinya. Kamus untuk mempelajari bahasa bangsa sendiri pun harus dibeli dengan taruhan harus berpuasa sepuluh hari pada akhir bulan. Yang pasti, aku masih orang Indonesia. Ya, ini Indonesia Bapak…!

Kebersamaan, berasal dari kata bersama. Bersama, berasal dari kata dasar sama. ini adalah wilayah etimologis ku. Aku lebih suka beranalogi untuk memahamkan.
Jika dikatakan : “Kita memiliki tujuan yang sama.”, maka tidak ada tawar menawar lagi bagi ruang yang bernama kita untuk membuat tujuan lain dalam hal ini. Benarkah?
Misalkan himpunan yang bernama kita terdiri dari A, B dan C. Misalkan tujuan A dalam hal ini adalah X, maka kalimat tersebut di atas mengindikasikan bahwa tujuan B dan C dalam hal ini juga adalah X. Bagaimana jika ada tujuan B dalam hal ini selain X (katakanlah Y)? Apakah B masih bisa dikatakan memiliki tujuan yang sama dengan A dan C? jawaban ku adalah : ya, B masih bisa dikatakan memiliki tujuan yang sama dengan A dan C jika dan hanya jika Y tidak saling kontradiktif dengan X!
Satu pemisalan lagi. Jika dikatakan oleh X : “A dan B sama indahnya”, maka dari definisi kata sama dalam wilayah etimologis ku berarti indah yang dimiliki A adalah sama dengan indah yang dimiliki B. Bagaimana jika indah A tidak sama dengan indah B menurut kacamata Y? Masihkah A sama indahnya dengan B? Ya, jika dilihat dari kacamata X. Setidaknya, X punya standar tersendiri dalam ranah keindahannya. Jika Habiburrahman dalam pudarnya pesona Cleopatra menelurkan sebuah kalimat : “Ini masalah selera”, maka dalam hal ini benar adanya…
Aku mulai mengintegralkan kata sama, dan salah satu solusi pengintegralannya adalah kata bersama. Bersama berarti tidak sendiri. Bersama berarti bersama. Sebuah analogi mungkin bisa sedikit memahamkan. Jika dikatakan : “Masalah itu mereka selesaikan bersama”, maka terlihat jelas bahwa yang menyelesaikan masalah itu adalah mereka, bersama. Mungkin hampir sama dengan kata sama. Tetapi sedikit agak kompleks.
Misalkan himpunan mereka terdiri dari A, B dan C. dari kalimat tersebut di atas, A menyelesaikan masalah itu bersama-sama dengan B dan C. Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah dalam menyelesaikan masalah itu A harus berada dalam tempat yang sama dengan B dan C? Apakah B harus berada pada titik waktu yang sama dengan A dan C? Apakah C dalam menyelesaikan masalah itu harus melakukan proses yang sama dengan proses yang dilakukan oleh A dan B?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, akan diperlukan pendekatan dialogis. Tetapi biarlah aku angkuh kali ini…
Pertanyaan pertama berkaitan dengan tempat. Pertanyaan kedua berkaitan dengan waktu. Pertanyaan ketiga berkaitan dengan proses. Menarik. Jawabanku atas pertanyaan-pertanyaan itu adalah TIDAK. Adalah tidak harus A berada di tempat yang sama dengan B dan C untuk menyelesaikan masalah itu. Adalah tidak harus B berada pada waktu yang sama dengan A dan C untuk menyelesaikan maslah itu. Adalah tidak harus C melakukan proses yang sama dengan A dan B untuk menyelesaikan masalah itu.
Kasus yang lain; jika dikatakan “kita tinggal bersama di sini”. Ini berarti unsur-unsur yang berada dalam himpunan kata kita tinggal dalam tempat yang sama, menghabiskan sebagian besar waktu secara bersama, melakukan sebagian besar proses yang sama, di sini.

Sedikit konklusi

Aku sudah sampai pada sebuah titik konklusi. Jika kita integralkan kata terakhir itu, maka akan didapati kata baru; KEBERSAMAAN. Satu kata yang akan lebih mudah jika kita telah pahami hakikatnya. Dari definisi yang telah diberikan terdahulu, aku hanya akan mencoba melakukan proses union.
Bahwa dalam kebersamaan tidak selalu harus bersama
Bahwa dalam kebersamaan tidak selalu harus semasa secara simultan
Bahwa dalam kebersamaan tidak selalu harus dalam proses yang sama
Bahwa dalam kebersamaan pada suatu keadaan tertentu harus selalu bersama
Bahwa dalam kebersamaan pada suatu kondisi tertentu harus dalam masa yang simultan
Bahwa dalam kebersamaan pada suatu waktu tertentu harus selalu berproses yang sama
Cukuplah kebersamaan itu menjadi kebersamaan itu sendiri. Karena dia dirasa, tidak dipaksa. Maka biarkan dia merdeka, biarkan dia lepas bebas… Karena tidak ada yang lebih tahu…

Jika hari ini dan di sini telah terjadi sebuah perubahan, pastikan itu terjadi oleh tangan-tangan kita; BERSAMA dan SADAR

Pondok Aspul, 11 April 2008

0 Responses to “kebersamaan dalam tanda petik”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




..::Principia::..

elsila

Titik kebahagiaanku bukan terletak pada apa yang aku rasakan, tetapi apa yang mereka rasakan...

..::Kalender::..

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

..::Arsip Tulisan::..

..::My Favorite Links::..

Ini adalah Link-link Favorit ku, semoga bermanfaat... Selamat menyelami..

-Shaykh Mishary Rasyid Alafasy-

Shaykh Mishary Rashid

-Orang Indonesia-

http://iwanfalsmania.blogspot.com

-Free Programming Tutorials-

free tutorial programming

-Free Software Download-

free software download

..::Tutorial Blog::..

Cara Membuat Blog di WordPress.com

..::Statistik Blog::..

page daily hits

%d blogger menyukai ini: